Menu

Abai Al-wala’ Wal-bara’, Ini Konsekuensi-konsekuensi Beratnya (Al-Wala’ Wal-Bara’ 3)

Semua perbuatan manusia pasti diikuti dengan konsekuensi. Sikap umat Islam terhadap konsep al-wala’ wal-bara’ pun mengandung konsekuensi. Berikut adalah konsekuensi-konsekuensi bagi orang-orang yang abai terhadap konsep al-wala’ wal-bara’. Konsekuensi-konsekuensi ini akan diurutkan dari yang paling ringan hingga ke yang semakin berat, dan kemudian yang terberat, meskipun sesungguhnya semua berat.

Pertama, umat Islam yang abai terhadap konsep al-wala’ wal-bara’ terancam akan diserupakan dengan musuh-musuh Allah SWT. itu. Sementara kita ketahui bersama, bahwa mereka tidak akan memperoleh berkah dan rahmat dari Allah SWT sedikitpun. Ini berdasarkan al-Qur’an surat al-Maidah ayat 51 : “ … barangsiapa ber-wala’ kepada mereka (musuh-musuh Allah SWT.), maka dia menjadi bagian dari mereka … .”

Kedua, umat Islam yang abai terhadap konsep al-wala’ wal-bara’ terancam akan dihina-dinakan di hadapan musuh-musuh Allah SWT. Ancaman Allah SWT. ini termuat dalam al-Qur’an surat al-Maidah ayat 56, dengan mafhum mukhalafah : Barangsiapa ber-wala’ kepada selain Allah SWT.,  ber-wala’ kepada selain Rasulullah SAW., dan ber-wala’ kepada selain mukminun, sesungguhnya mereka adalah pengikut setan (hizbusy-syaithan), yang akan dihina-dinakan di hadapan musuh-musuh Allah SWT. Setidak-tidaknya gejala ini telah tampak nyata di hadapan kita. Situasi dan kondisi umat Islam di berbagai belahan dunia, dalam posisi terhinakan di hadapan musuh-musuh Allah SWT. yang munafiq – kafir – dan musyrik.

Ketiga, umat Islam yang abai terhadap konsep al-wala’ wal-bara’ terancam akan disesatkan ke neraka, suatu yang tidak pernah kita inginkan sama sekali. Ini berdasarkan al-Qur’an surat al-Maidah ayat 51 : “Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang dhalim.”  Sebutan orang-orang yang dhalim pada ayat tersebut merujuknya kepada kalimat sebelumnya, yaitu orang-orang yang ber-wala’ kepada musuh-musuh Allah SWT.

Keempat, umat Islam yang abai terhadap konsep al-wala’ wal-bara’ terancam akan memperoleh kesia-siaan belaka. Semua amalan yang dikerjakan selama hidup didunia akan sia-sia. Dan konsekuensinya kelak di akhiratpun akan hampa belaka. Ini berdasarkan al-Hadis dari Abdullah Ibnu Abbas : “ … Dan telah menjadi umum, bahwa persaudaraan manusia yang berdasarkan pada kepentingan-kepentingan duniawi (termasuk di dalamnya ber-wala’ kepada musuh-musuh Allah SWT.), tidaklah bermanfaat sedikitpun bagi pelakunya.” (al-Hadis riwayat Thabrani).

Kelima, umat Islam yang abai terhadap konsep al-wala’ wal-bara’ terancam akan tertimpa laknat dari Allah SWT, sebagaimana kaum Nabi Daud AS. dan kaum Nabi Isa AS. Mereka dilaknat karena kafir, durhaka, dan melampaui batas, akibat dari saling membiarkan dalam kemungkaran, dan gemar tolong-menolong (ber-wala’) kepada orang-orang kafir dan musyrik. Ini berdasarkan al-Qur’an surat al-Maidah ayat 79 – 80 : “Telah dilaknat oleh Allah, orang-orang kafir dari Bani Israil melalui lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu disebabkan karena mereka durhaka dan melampaui batas. Mereka satu sama lain saling membiarkan dalam kemungkaran. Amatlah buruk perbuatan mereka itu. Kamu telah saksikan, kebanyakan dari mereka gemar tolong-menolong (ber-wala’) dengan orang-orang kafir.” Ancaman ini tentu yang terberat bagi para pengabai konsep atau ajaran al-wala’ wal-bara’. Karena laknat adalah siksa atau kesengsaraan yang ditimpakan selama di dunia hingga di akhirat kelak. Na’udzu billahi min dzalik. (bersambung : Kini Ada Momentum Tepat untuk Menerapkan Konsep Al-wala’ wal-Bara’ (Al-Wala’ Wal-Bara’ 4))

 

Ditulis Oleh : Drs. Budi Nurastowo Bintriman

Tulisan ini pernah dimuat di Majalah TABLIGH, Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, “Konsekuensi-konsekuensi sangat berat bagi para abai al-wala’ wal-bara’ “

Bagikan:
.NET Sabilillah.NET merupakan media Islam yang terbentuk sebagai perlawanan terhadap hoax, bertujuan memperkaya khasanah informasi keislaman dengan Islamic World View.

No comments

Leave a Reply

Follow me on Twitter