Menu

Dengan AL-WALA’ WAL-BARA’ Kita BERJAYA! Tanpanya Kita TERLUNTA-LUNTA

Kekuatan-kekuatan haq (Islam) dengan kekuatan-kekuatan bathil (westernisme, demokratisme, liberalisme, kapitalisme, sekulerisme, positivisme, sufisme, humanisme, pluralisme, dan lain-lain), secara sunatullah, selalu dalam posisi saling berlawanan. Adakalanya dua kekuatan ini mereda, namun adakalanya dua kekuatan ini menegang. Masing-masing kekuatan memiliki cara sendiri-sendiri untuk mempertahankan diri, dan untuk memenangkan “pertempuran”.

Kekuatan Islam sesungguhnya mempunyai senjata pamungkas untuk mengokohkan jati diri keislaman, untuk mempertahankan diri dari rong-rongan nilai-nilai non islami, dan sekaligus untuk mengalahkan musuh-musuhnya. Termasuk di dalamnya adalah perkara bagaimana memenangkan PILKADA-PILKADA diberbgai daerah. Senjata pamungkas itu adalah konsep al-wala’ wal-bara’.

Jika umat Islam teguh dan konsekuen mau menerapkan konsep al-wala’ wal-bara’ dengan mengambil teladan-teladan di atas, maka niscaya Islam ( insya Allah) akan berjaya. Dan lebih dari itu semua, penyatalaksanaan  ajaran al-wala’ wal-bara’ dalam kehidupan nyata adalah bentuk atau cerminan dari keislaman kita yang kaffah.

Dalam konteks situasi dan kondisi sosial-politik-relijius Indonesia kekinian, maka aksi penerapannya sudah mendesak. Setidaknya ada tiga bentuk al-wala’ wal-bara’, yaitu sanksi – boikot – dan divestasi (tarik tunai). Ketiga hal tersebut sangat mungkin untuk kita terapkan. Pertama, meskipun kita tak punnya otoritas formal, tapi kita bisa memberi sanksi sosial. Kedua, para pendukung rezim yang dhalim ini adalah para cukong. Para cukong itu pasti punya banyak bisnis. Produk-produk dari bisnis mereka yang paling memungkinkan, bisa segera  kita boikot. Ketiga, bisnis-bisnis keuangan (bank / non bank) mereka, bisa kita taklukkan dengan gerakan tarik tunai (rush money).

Ingat, al-wala’ wal-bara’ ini adalah ajaran Islam. Siapapun yang menghalang-halangi kita untuk menunaikan ajaran Islam ini, berarti ia pengkhianat Pancasila! Adapun penyikapan-penyikapan umat Islam terhadap orang-orang non muslim dan semua anthek-antheknya dalam kondisi normal biasa-biasa saja, maka ada yang namanya konsep tasamuh. Dan konsep tasamuh tetap berpondasi kuat pada konsep al-wala’ wal-bara’ ini.

Maka jangan pernah mimpi berjaya jika umat Islam lalai dan abai terhadap konsep al-wala’ wal-bara’. Wallahu a’lam bishshawwab. (habis)

 

Ditulis Oleh : Drs. Budi Nurastowo Bintriman  

(Tulisan ini pernah dimuat di Majalah TABLIGH, Majelis Tabligh PP Muhammadiyah)

Bagikan:
.NET Sabilillah.NET merupakan media Islam yang terbentuk sebagai perlawanan terhadap hoax, bertujuan memperkaya khasanah informasi keislaman dengan Islamic World View.

No comments

Leave a Reply

Follow me on Twitter