Menu

Gelar Silaturahim KOKAM DIY Aksi Bela Al-Aqsa Palestina

Sabilillah.net SLEMAN — Kokam DIY, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah  Wilayah DIY, mengadakan silaturahim di Ngloji, Sendangagung, Minggir, Sleman, Senin (7/8), bertajuk “KOKAM Bela Al Aqsa” sebagai wujud dukungan kemerdekaan bangsa Palestina sepenuhnya.

“Penjajahan Israel terhadap bangsa Palestina sudah tidak relevan dengan kemanusiaan dan hak merdeka sebuah bangsa,” tutur Darojat Noor Ahmad, Komandan Kokam DIY

Darojat menuturkan, menyikapi perkembangan di Palestina, Kokam DIY bersama umat Islam mendoakan kemerdekaan warga Palestina dan siap terlibat dalam upaya kemanusiaan di Palestina yang dijajah Israel.

“Kita semua berkorban untuk Al-Aqsha,” tegas Darojat yang menambahkan Al-Aqsha adalah masalah akidah.

Saat di sela-sela melihat lomba memanah, melempar pisau, Drs M Afnan Hadikusumo (anggota DPD RI Dapil DIY) mengatakan, kondisi bangsa saat ini sangat memprihatinkan. “Oleh karena kecenderungan yang mulai luntur tentang pemahaman Pancasila, NKRI dan UUD 1945,” kata Afnan Hadikusumo.

“Silaturrahmi KOKAM Bela Al- Aqsha” ini dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti anggota DPD RI Muhammad Afnan Hadikusumo, Perwakilan Koramil Minggir Wiyanto, Kepala Kepolisian Sektor Minggir AKP Eko Andin, serta ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Gita Danu Pranata.

Latar belakang diadakannya kegiatan silaturahmi ini adalah mengingat adanya peristiwa yang bergejolak di tanah Palestina akhir-akhir ini. Keprihatinan melihat saudara-saudara musli di sana yang semakin memprihatinkan membuat pejuang KOKAM berinisiatif menjadi sukarelawan dan ikut membantu memperjuangkan kemerdekaan kaum muslimin.

Afnan Hadikusumo menyatakan bahwa KOKAM didirikan untuk menanggulangi masalah-masalah sosial yang terjadi di negri tercinta ini. “Seperti halnya masalah disintegrasi yang di lakukan oleh pihak komunis pada tahun 1963 lalu. Oleh karena itu KOKAM didirikan untuk menjawab problem disintegrasi pada masa itu,” tuturnya.

Sementara itu, Komandan KOKAM Muhammad Drajat menambahkan bahwa selain menjawab persoalan disintegrasi, KOKAM juga harus selalu siap siaga. “KOKAM harus siap siaga dan sanggup untuk memberikan waktu, tenaga, pikiran dan apapun yang di butuhkan dalam membantu agama kita sendiri,” pungkasnya.

Di depan Ketua Umum PWM DIY, Muspika, Danramil dan Kapolsek Minggir, Afnan mengatakan, fenomena komentar yang saling mencaci-maki di media sosial yang berbalut sara menjadi keprihatinan kita. Muhammadiyah yang ikut mendirikan negeri ini mempunyai peranan yang strategis dalam mempertahankan negara.

Bagi Afnan, Indonesia butuh pendidikan karakter sejak dini. “Karena sedikit persoalan saja, cepat memicu gesekan dalam skala yang lebih besar,” kata Afnan Hadikusumo.

Bagikan:
.NET Sabilillah.NET merupakan media Islam yang terbentuk sebagai perlawanan terhadap hoax, bertujuan memperkaya khasanah informasi keislaman dengan Islamic World View.

No comments

Leave a Reply

Follow me on Twitter