Menu

Gua Maria Giri Wening, Bom Waktu Pemkab Gunung Kidul

 

Bom waktu. Barangkali itu perumpamaan yang tepat untuk menggambarkan kondisi “gereja ilegal” Gua Maria Giri Wening,  Dukuh Sengonkerep, Kelurahan Sampang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Tak hanya sekali-duakali tempat yang konon awalnya mau dijadikan wisata religi kerap difungsikan layaknya “gereja”.

Goa Maria Giriwening sudah dibangun dan dipakai sejak tahun 2009. Selayaknya bangunan apapun harus memiliki ijin dulu baru dibangun lantas dipakai, namun sampai saat ini belum memiliki ijin. Tempat wisata yang difungsikan sebagai gereja ini dirintis pembangunannya sejak 16 September tahun 2009 dan Tanggal 6 November 2009 dilangsungkan misa perdana di lokasi gua tak berijin ini dimana dua imam dari Kongregasi Hati Kudus Yesus (SCJ) memimpin ekaristi. Mereka adalah YR Susanto SCJ dan G. Zwaard SCJ. (Baca : Abai Tuntutan Muslim, Pemkab Gunungkidul Belum Tutup Goa Maria Illegal Giri Wening

)

Tahun 2012, Mayoritas Masyarakat Sampang menolak keberadaan tempat Ibadah Liar tersebut. Prokontra ada, tentu saja, namun tentu bukan itu hendaknya yang menjadikan Pemkab tak jua memberikan respon masyarakat umum. Tomy Harahap, SH M.Hum selaku Asek I menyebutkan ada yang mendukung keberadaan Goa Maria Giriwening dan ada pula yang keberatan. Pernyataan normative tersebut ia sampaikan ketika tahun ini –selang tiga tahun berlalu, Pemkab tidak menampakkan proses penutupan situs Ibadah tersebut- Mayoritas masyarakat yang menolak keberadaan Goa Maria Giri Wening menghadap Pemkab Gunungkidul untuk mencari kejelasan perkembangan penututupan Goa Maria Giriwening, sebagaimana yang mereka tuntutkan.

 

Perwakilan Warga Sampang, dan para tokoh Islam yang menghadap Pemda Gunungkidul dengan semburat kekecewaan di wajah, sebab dalam waktu yang tidak sebentar yakni 3 Tahun, tuntutan Masyarakat Sampang yang merupakan kepentingan umum tersebut tidak juga “diamini” Pemkab. Bahkan menurut mereka, Pemkab justru terkesan membuka peluang agar tempat Ibadah liar tersebut dapat berijin. Anggapan ini muncul karena ternyata proses perijinan sedang berlangsung. (Goa Maria Giri Wening, “Beroperasi dulu, Mencari Ijin Kemudian”)

Masyarakat tentu berharap, suasana damai di Sampang kembali seperti sedia kala, seperti sebelum adanya Goa Maria itu. Peribadatan, sudah cukup terfasilitasi dengan sudah adanya kapel. Sekiranya taman tersebut tidak begitu mendesak keberadaannya maka pihak terkait harus bijak. Terlebih, Sesawi.net menjelaskan adanya taman tersebut hanya berfungsi sebagai penambah suasana saja.

Wal hasil, keberadaan Goa Maria seakan menjadi “Bom Waktu”. Jelas! Masyarakat menolak keberadaan Goa Maria dan berharap agar Pemkab Gunungkidul  menutupnya. Sementara, jika ijin Goa Maria tersebut diloloskan oleh Pemkab Gunungkidul, artinya semua pihak akan terkena dampak atas “Bom Waktu” Goa Maria Giriwening.

Bagikan:
.NET Sabilillah.NET merupakan media Islam yang terbentuk sebagai perlawanan terhadap hoax, bertujuan memperkaya khasanah informasi keislaman dengan Islamic World View.

No comments

Leave a Reply

Follow me on Twitter