Menu

Membuka Pintu Prasangka : Tanggapan untuk Valenti n♥ Day UMY

Februari, seperti biasa menjadi bulan langganan untuk terselenggaranya kegiatan kaum kafir yakni valentine. Hal ini menjadi masalah jika muslim latah ikut merayakan ritual yang tiada dasar jelas dalam agama asal ritual ini, apalagi Islam.

11 Februari nanti, mahasiswa UMY akan mengadakan stand up komedi berbau Valentine day. Publikasi-publikasi berwarna merah jambu khas hari valentine pun ditebar. Respon kaum muslim pun menghujan, sebagi kepedulian terhadap kampun milik organisasi besar Islam di Indonesia ini. Lewat gambar-gambar pula, penyelenggara membantah bahwa kegiatan tersebut adalah kegiatan kritik terhadap hari valentine. Sementara, Zainuddin Arsyad Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta saat dihubungi, tegas agar menghubungi KOKAM, ideologi Muhammadiyah wajib di jaga di Amal Usahanya.

Kritik

Gambar diatas adalah luapan kekesalan pihak penyelenggara atas tanggapan dari pihak-pihak yang tidak setuju dan bahkan mengancam akan membubarkan acara tersebut.

Kalau tidak mendapatkan penjelasan dari penanya maka ketika orang  melihat mayoritas akan mengatakan itu adalah bentuk perayaan atau menyambut valentine. Salahkah yang  menilai seperti itu? Dari kacamata umum begitulah adanya, tapi bagi penanya tidaklah demikian. Terbukti dengan kekesalan yang diluapkan oleh panitia atau pembuatnya, dengan menyuruh tabayun. Dan berdasarkan keterangan panitia acara tersebut adalah sebagai bentuk kritik terhadap perayaan valentine.

 

Tapi mari kita cermati, diluar maksud dan tujuan penanya tapi secara ‘am.

Pertama, Panitia menyampaikan bahwa itu ada tulisan “NO DAY”, jadi ada tiga kalimat Valenti No Day. Coba kita artikan berdasarkan urutan kata. Valentine tidak ada hari, itu maksudnya apa secara disiplin ilmu tata bahasa Inggris apakah sudah benar?

Kedua, dalam gambar sangat jelas menggambarkan cirri khas valentine. Dengan warna merah muda, tidak ketinggalan simbul hati serta tidak ada tulisan No, adanya valentin♥ Day.

 

Kasus diatas hanyalah sebuah contoh, masih banyak kasus-kasus yang terjadi, apalagi begitu mudahnya  orang membuat pernyataan atau tulisan yang cepat diakses oleh banyak orang dengan hitungan detik.

Jangan berprasangka, jangan shuudzon, tabayun dulu, itulah yang disampaikan oleh orang untuk membela terhadap sangkaan orang  terhadap pernyataan atau tulisan baik pribadi atau sebuah lembaga. Tidak ketinggalan dengan menyampaikan dalil-dalil. Tapi ada sisi lain yang kita lupakan.

Karena kadang kala kita juga harus menghindari perbuatan, pernyataan atau tulisan yang membuka celah kepada orang untuk berprasangka buruk. Karena tidaklah ada tuduhan yang buruk, kecuali dari prasangka atas apa yang orang lain lihat atau dengar. Bahkan untuk membela yang disangka terkadang orang menyampaikan kebaikan-kebaikannya, ahli tahajud, ahli jamaah, ahli ibadahdan lain-lain.

 

Berhati-hati terhadap sesuatu yang menimbulkan multi tafsir dan sangkaan

Contoh: Bagaimana orang tidak berprasangka ketika anda yang notabene Muslim aktivis tapi petentang-petenteng bawa botol wisky. Bagaimana orang tidak berprasangka anda Muslim tapi menegak minum dari botol wisky walau di dalamnya adalah air teh.

Karena Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk menutup segala pintu terjadinya prasangka.  Diriwayatkan oleh Ali bin Husain bahwa Shafiyah binti Huyai bin Akhthab memberitahukan kepadanya bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam pernah beri’tikaf di dalam masjid. Shafiyah berkata, ”Kemudian aku mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dan berbicara kepadanya. Setelah sore aku pun kembali lalu RasulullahShallallahu ‘alaihi wassalam berjalan bersamaku. Di tengah jalan kami  berpapasan dengan dua orang lelaki dari anshar seraya mengucapkansalam, kemudian kedua orang itu terus melaju tetapi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam memanggil keduanya seraya berkata: “Sesungguhnya dia adalah Shafiyah binti Huyai.” Kedua orang itu berkata, ‘ Wahai Rasulullah, kami tidak berprasangka kepadamu kecuali kebaikan’. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:” Sesungguhnya syetan mengalir pada peredaran darah tubuh anak Adam, dan sesungguhnya aku khawatir setan akan masuk pada kalian berdua.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam adalah manusia sempurna tapi tetap berhati-hati dan menutup celah-celah orang lain untukberprasangka.

 

Abdullah Maghazi, Pemerhati Dakwah asal Yogyakarta.

Bagikan:
.NET Sabilillah.NET merupakan media Islam yang terbentuk sebagai perlawanan terhadap hoax, bertujuan memperkaya khasanah informasi keislaman dengan Islamic World View.

No comments

Leave a Reply

Follow me on Twitter