Menu

Terindikasi Syiah, KOKAM Tolak Keras Acara Bedah Buku

Jakarta ~ KOKAM menolak dengan keras acara bedah buku yang diselenggaraan di Gedung Pusat Dahwak Muhammadiyah yang akan diselenggarakan pada Jumat 18 Januari 2019. Alasan ditolaknya kegiatan tersebut karena menghadirkan penulis yang terindikasi Syiah, faham yang diputuskan oleh MUI Jawa Timur sebagai aliran sesat.

Melalui surat resmi bernomor Nomor : 1.7/306/1440 KOKAM WONOSBO menyatakan keberatan kepada MAJELIS PUSTAKA & INFORMASI PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH. Dalam surat tersebut, sehubungan dengan akan diselenggarakan “Bedah Buku dan Diskusi PRAHARA SURIAH” yang menghadirkan penulis yang Terindikasi Syiah, bertempat di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah hari Jumat 18 Januari 2019, maka dengan ini kami
KOKAM PDPM Kabupaten Wonosobo menyatakan “MENOLAK KERAS ACARA BEDAH BUKU TERSEBUT” diadakan Dirumah besar kami Gedung Dakwah Muhammadiyah.

KOKAM Se-indonesia Turut Menolak

Usai beredarnya surat resmi penolakan dari KOKAM WONOSOBO beredar broadcast yang berisi daftar KOKAM Daerah atau setinggkat kabupaten dari berbagai kabupaten di Indonesia yang turut menolak kegiatan tersebut.

Ini Dia Fatwa MUI Jatim tentang Ajaran Syiah

KEPUTUSAN FATWA

MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI)

PROP. JAWA TIMUR

No. Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012

Tentang:

TENTANG KESESATAN AJARAN SYI’AH

MEMUTUSKAN

1. Mengukuhkan dan menetapkan keputusan MUI-MUI daerah yang menyatakan bahwa ajaran Syi’ah (khususnya Imamiyah Itsna Asyariyah atau yang menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait dan semisalnya) serta ajaran-ajaran yang mempunyai kesamaan dengan faham Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah adalah SESAT DAN MENYESATKAN.

2. Menyatakan bahwa penggunaan Istilah Ahlul Bait untuk pengikut Syi’ah adalah bentuk pembajakan kepada ahlul bait Rasulullah Saw.

3. Merekomendasikan:

a. Kepada Umat Islam diminta untuk waspada agar tidak mudah terpengaruh dengan faham dan ajaran Syi’ah (khususnya Imamiyah Itsna Asyariyah atau yang menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait dan semisalnya)

b. Kepada Umat Islam diminta untuk tidak mudah terprovokasi melakukan tindakan kekerasan (anarkisme), karena hal tersebut tidak dibenarkan dalam Islam serta bertolak belakang dengan upaya membina suasana kondusif untuk kelancaran dakwah Islam

c. Kepada Pemerintah baik Pusat maupun Daerah dimohon agar tidak memberikan peluang penyebaran faham Syi’ah di Indonesia, karena penyebaran faham Syi’ah di Indonesia yang penduduknya berfaham ahlu al-sunnah wa al-jama’ah sangat berpeluang menimbulkan ketidakstabilan yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

d. Kepada Pemerintah baik Pusat maupun Daerah dimohon agar melakukan tindakan-tindakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku antara lain membekukan/melarang aktivitas Syi’ah beserta lembaga-lembaga yang terkait.

e. Kepada Pemerintah baik Pusat maupun Daerah dimohon agar bertindak tegas dalam menangani konflik yang terjadi, tidak hanya pada kejadiannya saja, tetapi juga faktor yang menjadi penyulut terjadinya konflik, karena penyulut konflik adalah provokator yang telah melakukan teror dan kekerasan mental sehingga harus ada penanganan secara komprehensif.

f. Kepada Pemerintah baik Pusat maupun Daerah dimohon agar bertindak tegas dalam menangani aliran menyimpang karena hal ini bukan termasuk kebebasan beragama tetapi penodaan agama.

g. Kepada Dewan Pimpinan MUI Pusat dimohon agar mengukuhkan fatwa tentang kesesatan Faham Syi’ah (khususnya Imamiyah Itsna Asyariyah atau yang menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait dan semisalnya) serta ajaran-ajaran yang mempunyai kesamaan dengan faham Syi’ah sebagai fatwa yang berlaku secara nasional.

Surabaya 27 Shofar 1433 H

21 Januari 2012 M

DEWAN PIMPINAN

MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI)

PROPINSI JAWA TIMUR

Ketua Umum                                                                Sekretaris Umum

KH. Abdusshomad Buchori                                Drs. H Imam Tabroni, MM

Bagikan:
.NET Sabilillah.NET merupakan media Islam yang terbentuk sebagai perlawanan terhadap hoax, bertujuan memperkaya khasanah informasi keislaman dengan Islamic World View.

No comments

Leave a Reply

Follow me on Twitter