Menu

UMY Kembangkan Pendeteksi Siluman Laut Indonesia

YOGYAKARTA — UMY ~ Tim Program Kreativitas Mahasiswa-Karya Cipta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta membuat Pendeteksi Siluman yang berfungsi untuk mengawasi wilayah perairan di Indonesia, khusunya laut.

“Pendeteksi Siluman tersebut merupakan sebuah prototipe kapal cepat tanpa awak yang berfungsi sebagai pendeteksi kegiatan illegal fishing di perairan Indonesia,” kata Ketua Tim PKM-KC UMY Iwan Tri Sujoko di D.I Yogyakarta, Rabu (21/6/2016).

Menurutnya, wilayah Indonesia yang terdiri atas pulau-pulau itu dapat menjadi celah bagi pelaku illegal fishing untuk masuk. Alat Pendeteksi Siluman itu dapat menjadi sebuah alternatif andalan untuk memberikan pengawasan bagi wilayah-wilayah itu.

“Alat Pendeteksi Siluman tersebut dapat memberikan informasi bagi pihak yang berwajib ketika ada kapal asing yang masuk ke wilayah perairan Indonesia,” tuturnya.

Dia juga mengatakan cara kerja Pendeteksi Siluman menggunakan sensor kamera yang mengunci objek benda dengan warna-warna cerah dan kemudian mengambil nilai RGB dari benda yang sudah dilacak. Lalu kamera akan memberi serial informasi gambar seperti massa x, massa y, dan pixel.

Masih Menurutnya, pendeteksi Siluman itu menggunakan modul kamera yang berfungsi untuk mengolah data citra menjadi informasi dengan metode tracking colour sehingga objek yang sudah terkunci akan mampu terus diikuti oleh kamera. “Data informasi itu kemudian dikirim ke base station yang juga dapat memantau secara ‘real time’ melalui webcam yang terpasang di badan kapal,” jelasnya.

Alat Pendeteksi Siluman tersebut, kata dia, memiliki dua mode pengoperasian, yakni manual dan autonomous. Pendeteksi itu menggunakan System of Recognition Intelligent yang mampu mengelola dan mengontrol sistem elektronik dari kapal laut.

Sistem itu merupakan user interface yang cukup maju dan mampu menggunakan input suara untuk pengoperasiannya. Misalnya dalam mode manual kapal dapat dikendalikan melalui handphone Android dan diaktifkan dengan perintah suara, ketika sudah diaktifkan maka kapal akan melakukan scanning wilayah dengan kontrol pengguna.

“Dalam mode autonomous kapal akan melakukan scanning wilayah secara otomatis sesuai dengan sistem yang sudah diprogram untuk kapal,” Paparnya.
Dia mengemukakan pendeteksi siluman itu merupakan kapal hibrid yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dan sel surya sebagai bahan bakar.

Kapal itu juga menggunakan sel surya yang bermanfaat untuk mengisi baterai sebagai bahan bakar tambahan, agar kapal tetap bisa bergerak meskipun BBM sudah habis digunakan.

“Meskipun dalam uji ketahanan yang kami lakukan pendeteksi siluman belum dapat bertahan selama 24 jam, namun kami yakin kapal tersebut dapat beroperasi selama 24 jam ketika sudah disempurnakan,” katanya.

Ia mengatakan pendeteksi siluman juga dilengkapi dengan “Global Positioning System” (GPS) sebagai sistem navigasinya sehingga posisi dari pendeteksi itu dapat menyediakan koordinat posisi kapal secara instan di belahan wilayah mana pun dalam kondisi cuaca apa pun.

“Dalam uji coba Pendeteksi Siluman terbukti dapat melakukan tugasnya dengan baik, seperti melakukan manuver pelayaran dan melakukan scanning. Prototipe Pendeteksi Siluman itu ke depan dapat dikembangkan dan disempurnakan,” tutur Iwan beserta Anggota Tim PKM-KC UMY itu antara lain Wicaksono Aji Wibowo, Vendy Dwi Hendra Nugraha, dan Faiz Evan Saputra.

Sumber : Antara

Bagikan:
.NET Sabilillah.NET merupakan media Islam yang terbentuk sebagai perlawanan terhadap hoax, bertujuan memperkaya khasanah informasi keislaman dengan Islamic World View.

No comments

Leave a Reply

Follow me on Twitter