Menu

Ustadz Maulana, Wawan Gunawan A.W dan Kepemimpinan Nonmuslim

Setelah membuat heboh, Ustadz Maulana -yang kerap muncul di TransTV dengan pernyataan bahwa pemilihan pemimpin tidak ada kaitannya agama. Beliau menarik ucapannya, hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Cholil Nafis menulis dalam akun Facebook pribadinya, bahwa Ustadz Muhammad Nur Maulana telah meminta maaf atas kata-kata yang salah dalam isi ceramahnya. Permintaan maaf tersebut diungkapkan Ustadz Maulana saat melakukan mediasi antara Ustadz Maulana, pihak Trans TV, dan MUI.

Beda dengan Ustadz Maulana, Tokoh Muhammadiyah Wawan Gunawan juga berceloteh mengenai kepemimpinan Nonmuslim melalui buku Fikih Kebhinekaan, buku ini sempat menghebohkan Umat Muslim khususnya warga Muhammadiyah, walau pada akhirnya buku tersebut cepat tenggelam karena kurang mendapat sambutan masyarakat oleh sebab kentalnya aroma liberal dalam buku tersebut.

Maarif Istitute, wadah diskusi yang kemudian menelurkan buku Fikih Kebinekaan, menyatakan bahwa prinsip memilih pemimpin adalah adil, bukan agama. Pernyataan ini sebelas-duabelas dengan pernyaatn Ustadz Maulana. Bedanya, Ustadz Maulana kemudian menarik ucapannya dan meminta maaf.

Sebelumnya, setelah pernyataan Ustadz Maulana soal kepemimpinan dalam acara “Islam itu Indah” di Trans TV, Senin (9/11) lalu, yang mengatakan bahwa memilih pemimpin politik seperti mengangkat pilot yang tidak perlu melihat agamanya, menuai banyak kecaman.

Diantaranya datang dari Ketua Umum Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Mohammad Siddik. Menurutnya, Ustadz Maulana segera bertobat, meralat ucapannya, dan minta maaf kepada pemirsa secara terbuka. “Serta, jangan mengulangi lagi kesalahan serupa di masa mendatang,” pesan Siddik dalam keterangannya seperti yang dilansir Republika.co.id, Senin (16/11/2015).

Hingga, sebagaimana dilansir dakwatuna.com, Selain meminta maaf dan mencabut ucapannya, Ustadz Maulana juga menyatakan kembali agar umat Muslim memilih pemimpin yang seiman dan yang baik. Ustadz Maulana, tambah Cholil, juga meminta bimbingan kepada MUI agar dirinya bisa menyampaikan dakwah yang lebih baik. Selain Ustadz Maulana, manajemen Trans TV juga menyatakan bahwa program “Islam Itu Indah” meminta bimbingan MUI dalam siaran-siarannya.

 

Abu Usaid,

Yogyakarta

Bagikan:
.NET Sabilillah.NET merupakan media Islam yang terbentuk sebagai perlawanan terhadap hoax, bertujuan memperkaya khasanah informasi keislaman dengan Islamic World View.

No comments

Leave a Reply

Follow me on Twitter